0005%. Parameter yang diukur adalah kandungan asam askorbat (AsA). Pemberian pra-perlakuan menggunakan paraquat dengan konsentrasi tersebut terbukti mampu meningkatkan kandungan asam askorbat. Paraquat dengan konsentrasi 0.001% dinilai merupakan konsentrasi yang paling optimal sebagai second messenger untuk meningkatkan respon Yaituzat cair dalam emulsi yang berfungsi sebagai bahan dasar (pendukung) dari emulsi tersebut. Antioksidant yang digunakan antara lain asam askorbat, L.tocoperol, asam sitrat, propil gallat dan asam gallat. Metode ini berdasarkan prinsip keseragaman disperse pewarna dalam emulsi , jika pewarna larut dalam fase luar dari emulsi potensisebagai tabir surya karena dapat berfungsi sebagai antioksidan, antijamur dan non karsinogenik, dan daun stevia juga memliki kandungan yang lain yaitu senyawa fenol, klorofil, asam amino, dan asam askorbat (Barroso, 2016). Klorofil pada daun stevia juga memiliki gugus kromofor yang memberikan efek Minyaksebagai fase internal dan air sebagai fase eksternal. 2. Emulsi tipe W/O (Water in Oil) atau A/M (air dalam minyak), adalah emulsi yang terdiri atas butiran air yang tersebar atau terdispersi ke dalam minyak. Air sebagai fase internal dan minyak sebagi fase eksternal. D. Komponen emulsi Komponen emulsi dapat digolongkan menjadi dua macam Sifatantioksidan dapat ditemukan salah satunya dalam asam askorbat atau vitamin C. Vitamin C merupakan antioksidan non enzimatis yang larut air, banyak ditemukan dalam buah-buahan dan merupakan komponen penting untuk menjaga kesehatan. Vitamin C berfungsi sebagai antioksidan karena secara efektif menangkap QCa989. PENDAHULUAN Farmasi Fisika merupakan suatu ilmu yang menggabungkan antara ilmu Fisika dengan ilmu Farmasi. Ilmu Fisika mempelajari tentang sifat-sifat fisika suatu zat baik berupa sifat molekul maupun tentang sifat turunan suatu zat. Sedangkan ilmu Farmasi adalah ilmu tentang obat-obat yang mempelajari cara membuat, memformulasi senyawa obat menjadi sebuah sediaan jadi yang dapat beredar di pasaran. Gabungkan kedua ilmu tersebut akan menghasilkan suatu sediaan farmasi yang berstandar baik, berefek baik, dan mempunyai kestabilan yang baik pula. Modul I ini menjelaskan perkenalan awal mengenai mata kuliah Farmasi Fisika, mengapa Farmasi Fisika itu merupakan ilmu yang penting dan wajib dipelajari dalam ilmu Farmasi. Berhubungan dengan ilmu ini, ilmu Fisika sangat mendukung dalam memenuhi kestabilan obat yang baik. Pengetahuan mengenai sifat fisika molekul zat obat merupakan dasar dalam penyusunan formula sediaan obat karena sifat fisika molekul obat lah yang akan memengaruhi aspek-aspek formulasi zat obat menjadi sebuah sediaan farmasi yang memenuhi syarat. Setelah mempelajari mata kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan cara pengujian sediaan obat berdasarkan sifat fisika molekul obat. Secara khusus mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan dasar-dasar Farmasi Fisika serta mampu menjelaskan sifat fisik molekul obat. Untuk mencapai tujuan ini maka sebelum mengambil mata kuliah Farmasi Fisika, mahasiswa diharapkan telah memahami mata kuliah Fisika. Melihat pentingnya ilmu di atas, maka diperlukan penjelasan mengenai dasar-dasar Farmasi Fisika dan sifat fisika molekul obat meliputi indeks bias, rotasi optik, massa jenis dan konstanta dielektrikum yang dituangkan dalam modul I ini. Dengan adanya modul I ini, diharapkan mampu mempermudah mahasiswa dalam mengenal ilmu Farmasi Fisika, yang selanjutnya mahasiswa diarahkan mengenal sifat fisika molekul obat, yang merupakan dasar awal kestabilan sediaan farmasi. 0% found this document useful 0 votes147 views31 pagesDescriptionKrim As. Askorbat Vit COriginal TitleLAPORAN PRAKTIKUM PEMBUATAN EMULSICopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes147 views31 pagesLaporan Praktikum Pembuatan EmulsiOriginal TitleLAPORAN PRAKTIKUM PEMBUATAN EMULSIJump to Page You are on page 1of 31 LAPORAN PRAKTIKUM TEKNOLOGI SEDIAAN LIQUID DAN SEMI SOLID PERCOBAAN I PEMBUATAN EMULSI DUSUSUN OLEH NAMA MIFTHA HUSNUH AULIA NIM 201802039 KELAS FARMASI IB KELOMPOK III TIGA PENANGGUNG JAWAB JUMASNI ADNAN, Apt ASISTEN JUMASNI ADNAN, Apt LABORATORIUM TEKNOLOGI SEDIAAN LIQUID DAN SEMI SOLID PROGRAM STUDI D III FARMASI STIKES PELAMONIA KESDAM VII/WRB MAKASSAR 2019 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam dunia farmasi kita mengetahui beberapa bentuk sediaan obat yang umumnya di pakai dalam pembuatan obat. Setiap bentuk sediaan memiliki fungsi dan kegunaannya masing-masing sesuai dengan kebutuhan dan untuk apa obat itu di pakai. Salah satu bentuk sediaan dari obat yang sering di jumpai dan sering di gunakan merupakan emulsi. Menurut Farmakope Indonesia edisi III, emulsi adalah sediaan yang mengandung bahan obat cair atau larutan obat, terdispersi dalam cairan pembawa, distabilkan dengan zat pengemulsi atau surfaktan yang cocok. Menurut Farmakope Indonesia IV, emulsi adalah sIstem dua fase yang salah satu cairannya terdispersi dalam cairan yang lain, dalam bentuk tetesan kecil. Emulsi merupakan suatu sistem yang tidak stabil, sehingga dibutuhkan zat pengemulsi atau emulgator untuk menstabilkannya sehingga antara zat yang terdispersi dengan pendispersinnya tidak akan pecah atau keduannya tidak akan terpisah. Metode yang dapat digunakan untuk menilai efisiensi emulgator yang ditambahkan adalah metode HLB Hydrophilic-Lipophilic Balance. Ditinjau dari segi kepolaran, emulsi merupakan campuran cairan polar dan cairan non polar. Salah satu emulsi yang kita kenal sehari-hari adalah susu, di mana lemak terdispersi dalam air. Dalam susu terkandung kasein suatu protein yang berfungsi sebagai zat pengemulsi. Krim merupakan salah satu bentuk sediaan yang digunakan untuk kulit. Krim adalah sediaan setengah padat, berupa emulsi yang mengandung air tidak kurang dari 60% dan dimaksudkan untuk pemakaian luar. Krim yang dapat dicuci dengan air M/A, ditujukan untuk penggunaan kosmetika dan estetika. Sifat umum sediaan krim ialah mampu melekat pada permukaan tempat pemakaian dalam waktu yang cukup lama sebelum sediaan ini dicuci atau dihilangkan. Krim dapat memberikan efek mengkilap, berminyak, melembapkan, dan mudah tersebar merata, mudah berpenetrasi pada kulit, mudah/sulit diusap, mudah/sulit dicuci air. Keuntungan sediaan krim ialah kemampuan penyebarannya yang baik pada kulit, memberikan efek dingin karena lambatnya penguapan air pada kulit, mudah dicuci dengan air, serta pelepasan obat yang baik. Selain itu tidak terjadi penyumbatan dikulit dan krimnya tampak putih dan bersifat lembut. Vitamin C memiliki peranan besar bagi tubuh seperti sebagai pembentukan kolagen, absorbsi dan metabolism besi, melindungi sel darah putih dari enzim yang dilepaskan saat mencerna bakteri yang telah ditelan, sintesa hormon steroid dari kolesterol, dapat meningkatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi serta sebagai antioksidan. Namun mengkonsumsi vitamin secara berlebihan dapat menimbulkan efek samping yang cukup serius. Untuk menghindari itu dibuatlah sediaan emulsi krim vitamin C Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.

asam askorbat dalam emulsi berfungsi sebagai